Dalam rantai pasok global yang semakin kompleks, standarisasi pallet menjadi faktor penting untuk memastikan kelancaran distribusi lintas negara. Tanpa standar yang seragam, perusahaan akan menghadapi kendala dalam kompatibilitas ukuran, efisiensi penyimpanan, hingga keamanan transportasi. Salah satu acuan internasional yang paling diakui adalah standar ISO untuk pallet, yang memberikan pedoman global bagi industri logistik dan manufaktur agar sistem distribusi berjalan efisien dan konsisten di seluruh dunia.
Daftar Isi

Artikel ini akan mengulas secara mendalam apa itu standar ISO untuk pallet, jenis-jenisnya, serta manfaat penerapannya dalam rantai pasok internasional.
Apa Itu Standar ISO untuk Pallet?
ISO (International Organization for Standardization) adalah lembaga internasional yang menetapkan berbagai standar untuk memastikan keseragaman produk, sistem, dan layanan di seluruh dunia. Dalam konteks logistik, standar ISO untuk pallet diatur melalui ISO 6780:2003 – Flat Pallets for Intercontinental Materials Handling, yang berfungsi sebagai panduan global bagi ukuran, desain, dan toleransi dimensi pallet.
Tujuan utama standar ini adalah untuk:
- Menyediakan keseragaman ukuran pallet antarnegara.
- Memudahkan penggunaan lintas sistem logistik internasional.
- Menurunkan biaya operasional dengan meminimalkan kebutuhan konversi atau adaptasi pallet.
Ukuran Standar ISO untuk Pallet
ISO menetapkan enam ukuran standar internasional yang disesuaikan dengan wilayah penggunaan dan sistem distribusi masing-masing.
| Wilayah Penggunaan | Ukuran ISO (mm) | Ukuran (inci) | Keterangan Umum |
|---|---|---|---|
| Amerika Utara | 1219 x 1016 | 48 x 40 | Dikenal sebagai GMA Pallet |
| Eropa | 1200 x 800 | 47.2 x 31.5 | Dikenal sebagai Euro Pallet (EUR/EPAL) |
| Asia & Oseania | 1100 x 1100 | 43.3 x 43.3 | Banyak digunakan di Jepang, Korea, dan Asia Tenggara |
| Australia | 1165 x 1165 | 45.9 x 45.9 | Disesuaikan dengan ukuran kontainer domestik |
| Amerika Selatan | 1000 x 1200 | 39.4 x 47.2 | Umum di Brasil dan Argentina |
| Eropa Selatan & Timur Tengah | 1067 x 1067 | 42 x 42 | Dikenal sebagai UK Standard Pallet |
Dengan adanya enam dimensi ISO tersebut, perusahaan dapat menyesuaikan penggunaan pallet sesuai kebutuhan ekspor dan sistem logistik di negara tujuan.
Manfaat Penerapan Standar ISO untuk Pallet
1. Efisiensi Logistik Global
Pallet berstandar ISO mempermudah pengaturan muatan di truk, kapal, dan gudang, sehingga ruang penyimpanan dapat dimanfaatkan maksimal tanpa perbedaan ukuran yang signifikan antar wilayah.
2. Kompatibilitas Antar Sistem Otomatis
Standar ISO memastikan pallet dapat digunakan pada berbagai automated material handling systems (AMHS), seperti conveyor, forklift, dan automated storage retrieval system (AS/RS), tanpa perlu modifikasi tambahan.
3. Kepatuhan Regulasi Ekspor
Banyak negara tujuan ekspor, terutama di Amerika Utara dan Eropa, mewajibkan pallet memenuhi standar ISO dan ISPM 15 (untuk pallet kayu). Hal ini menjamin kebersihan dan keamanan produk selama pengiriman.
4. Menekan Biaya Operasional
Dengan ukuran seragam, perusahaan dapat mengurangi kebutuhan konversi pallet, mengoptimalkan pengiriman antarnegara, dan menekan biaya logistik yang timbul akibat ketidaksesuaian dimensi.
5. Meningkatkan Keberlanjutan (Sustainability)
Standar ISO juga mendorong penggunaan material ramah lingkungan, seperti pallet plastik daur ulang. Selain tahan lama, pallet plastik berstandar ISO tidak memerlukan proses fumigasi dan dapat digunakan berulang kali tanpa kehilangan presisi dimensi.
Hubungan antara ISO dan ISPM 15
Bagi pallet berbahan kayu, standar ISO sering kali diterapkan bersamaan dengan ISPM 15 (International Standards for Phytosanitary Measures No. 15). ISPM 15 mengatur perlakuan kayu agar bebas dari hama dan penyakit sebelum digunakan untuk ekspor.
Dengan demikian, pallet kayu berstandar ISO harus melalui proses heat treatment (HT) atau fumigasi (MB) sebelum disetujui untuk pengiriman internasional. Sementara itu, pallet plastik yang berstandar ISO bebas dari persyaratan ini karena tidak mengandung unsur organik.
Jenis Pallet yang Memenuhi Standar ISO
- Pallet Kayu (Wood Pallet)
- Umum digunakan di sektor industri berat dan manufaktur.
- Harus memenuhi ISPM 15 untuk ekspor internasional.
- Cenderung berat dan membutuhkan perawatan lebih.
- Pallet Plastik (Plastic Pallet)
- Tahan lama, ringan, dan higienis.
- Ideal untuk industri makanan, farmasi, dan logistik ekspor.
- Banyak produsen kini menyediakan pallet plastik ISO-compliant dengan dimensi presisi tinggi.
- Pallet Logam (Steel/Aluminium Pallet)
- Digunakan untuk kebutuhan spesifik seperti transportasi bahan kimia atau produk berat.
- Memiliki durabilitas tinggi dan tahan korosi.
Mengapa Standar ISO Penting untuk Supply Chain Global
Dalam rantai pasok modern, integrasi antarnegara membutuhkan sistem yang efisien dan terukur. Standar ISO untuk pallet menjadi solusi utama karena:
- Menjamin konsistensi kualitas dan dimensi antarprodusen.
- Mempermudah perpindahan barang lintas benua tanpa perlu mengganti pallet.
- Mendukung penerapan Supply Chain 4.0, di mana otomatisasi dan presisi menjadi kunci efisiensi.
Perusahaan yang mengabaikan standar ISO sering menghadapi masalah seperti overfitting space, kerusakan produk selama pengiriman, atau bahkan penolakan ekspor karena ketidaksesuaian spesifikasi pallet.
Kesimpulan
Standar ISO untuk pallet bukan sekadar panduan teknis, melainkan fondasi penting bagi efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan rantai pasok global. Dengan mengikuti pedoman ISO 6780, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap pallet yang digunakan memiliki dimensi, kekuatan, dan kompatibilitas internasional yang sesuai.

