Dalam dunia industri dan logistik, pemilihan jenis pallet menjadi keputusan penting yang memengaruhi efisiensi operasional, biaya, dan keamanan penyimpanan barang. Dua jenis pallet yang paling umum digunakan adalah pallet plastik dan pallet kayu. Keduanya memiliki fungsi utama yang sama — yaitu menopang dan memindahkan barang — namun berbeda dalam hal bahan, ketahanan, dan biaya perawatan.
Daftar Isi

Artikel ini akan membahas perbandingan lengkap antara pallet plastik vs pallet kayu di tahun 2025, agar Anda dapat menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan bisnis dan standar industri terkini.
Apa Itu Pallet Plastik dan Pallet Kayu?
Sebelum membandingkan keduanya, mari pahami terlebih dahulu definisi dan karakteristik masing-masing jenis pallet.
Pallet Plastik
Pallet plastik terbuat dari bahan polyethylene (PE) atau polypropylene (PP). Jenis ini dikenal karena daya tahannya terhadap air, bahan kimia, dan serangga. Pallet plastik sering digunakan di industri yang menuntut standar kebersihan tinggi, seperti makanan, farmasi, dan elektronik.
Ciri khasnya:
- Permukaan rata dan mudah dibersihkan
- Tidak menyerap air atau kotoran
- Umur pakai panjang (5–10 tahun)
Pallet Kayu
Pallet kayu adalah jenis tradisional yang dibuat dari bahan kayu keras atau lunak. Pallet ini masih menjadi pilihan utama di berbagai industri karena harganya yang lebih ekonomis dan mudah didapat.
Ciri khasnya:
- Biaya awal murah
- Dapat diperbaiki dengan mudah
- Namun lebih rentan terhadap rayap, jamur, dan kelembapan
Perbandingan Pallet Plastik vs Pallet Kayu
Berikut tabel perbandingan mendetail berdasarkan faktor utama yang sering dipertimbangkan oleh industri di tahun 2025:
| Aspek | Pallet Plastik | Pallet Kayu |
|---|---|---|
| Harga Awal | Lebih tinggi (investasi jangka panjang) | Lebih murah (biaya awal rendah) |
| Daya Tahan | 5–10 tahun, tahan air & bahan kimia | 1–3 tahun, mudah lapuk & rusak |
| Beban Maksimum | Hingga 2 ton (tergantung desain) | Hingga 1,5 ton |
| Perawatan | Minim, cukup dibersihkan | Perlu sering diperbaiki |
| Kebersihan & Higienitas | Sangat higienis, tidak menyerap cairan | Mudah kotor dan berjamur |
| Berat | Lebih ringan dan seragam | Lebih berat dan tidak konsisten |
| Ramah Lingkungan | Dapat didaur ulang, umur panjang | Dapat terurai, tapi butuh banyak kayu |
| Standar Internasional (ISPM 15) | Tidak perlu sertifikasi | Harus difumigasi atau dipanaskan |
| Kesesuaian Industri | Ideal untuk makanan, farmasi, elektronik | Cocok untuk konstruksi, ekspedisi, dan gudang umum |
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing
Kelebihan Pallet Plastik
- Umur Panjang: Tahan lama hingga 10 tahun dengan perawatan minimal
- Higienis: Cocok untuk industri yang membutuhkan kebersihan tinggi
- Seragam: Dimensi presisi, memudahkan sistem otomasi dan racking
- Ramah Lingkungan: Bisa didaur ulang setelah masa pakai habis
- Tahan Cuaca: Tidak menyerap air atau lembap, ideal untuk penggunaan indoor maupun outdoor
Kekurangan: Harga awal lebih tinggi dibandingkan pallet kayu, serta lebih sulit diperbaiki jika rusak parah.
Kelebihan Pallet Kayu
- Biaya Terjangkau: Harga awal rendah, cocok untuk bisnis dengan volume besar
- Perbaikan Mudah: Bagian yang rusak dapat diganti tanpa perlu membeli baru
- Kekuatan Mekanis Tinggi: Mampu menahan beban berat untuk aplikasi tertentu
Kekurangan: Mudah rusak oleh air, serangga, atau jamur, dan tidak cocok untuk industri dengan standar higienis tinggi.
Tren Penggunaan di Tahun 2025
Pada tahun 2025, semakin banyak industri di Indonesia dan global yang beralih dari pallet kayu ke pallet plastik. Alasannya bukan hanya karena daya tahan dan higienitas, tetapi juga karena tuntutan efisiensi logistik modern.
Pallet plastik mendukung penggunaan automated storage & retrieval systems (AS/RS) yang kini banyak digunakan di gudang pintar (smart warehouse). Selain itu, faktor keberlanjutan juga menjadi dorongan besar, karena pallet plastik dapat didaur ulang dan digunakan kembali, sehingga mengurangi limbah industri.
Namun, pallet kayu masih tetap eksis untuk pengiriman jarak jauh, ekspor satu kali pakai, atau kebutuhan logistik skala besar yang menuntut biaya rendah di awal.
Bagaimana Menentukan Pilihan yang Tepat?
Untuk menentukan apakah bisnis Anda lebih cocok menggunakan pallet plastik atau kayu, pertimbangkan faktor berikut:
- Jenis industri:
Jika berhubungan dengan makanan, minuman, farmasi, atau elektronik — pilih pallet plastik.
Jika lebih ke industri konstruksi, ekspedisi, atau bahan baku — pallet kayu bisa menjadi pilihan efisien. - Durasi penggunaan:
Untuk penggunaan jangka panjang, investasi pada pallet plastik lebih hemat.
Untuk penggunaan sementara, pallet kayu lebih ekonomis. - Standar ekspor:
Pallet plastik tidak memerlukan perlakuan ISPM 15, sedangkan pallet kayu wajib memenuhi standar fumigasi. - Kapasitas beban dan jenis rak:
Pastikan pallet sesuai dengan sistem penyimpanan Anda (racking system atau stackable).
Kesimpulan
Perbandingan antara pallet plastik vs pallet kayu di tahun 2025 menunjukkan bahwa keduanya memiliki keunggulan masing-masing tergantung kebutuhan industri. Pallet plastik unggul dalam hal higienitas, daya tahan, dan keberlanjutan lingkungan, sedangkan pallet kayu tetap relevan karena biayanya yang lebih murah dan fleksibel untuk penggunaan sementara.
Dalam konteks efisiensi modern dan keberlanjutan, pallet plastik kini menjadi investasi cerdas bagi perusahaan yang berorientasi jangka panjang dan ingin meningkatkan performa logistiknya.
