Dalam dunia logistik dan pergudangan, pallet adalah komponen vital yang mendukung efisiensi penyimpanan serta distribusi barang. Namun, banyak perusahaan masih dihadapkan pada satu pertanyaan utama: lebih hemat mana, pallet kayu atau pallet plastik?
Daftar Isi

Meski sekilas pallet kayu tampak lebih murah di awal, perbandingan sebenarnya tidak sesederhana itu. Faktor seperti umur pakai, biaya perawatan, higienitas, dan efisiensi operasional harus turut diperhitungkan. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbandingan harga pallet kayu vs plastik, agar Anda dapat menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan bisnis Anda.
Karakteristik Pallet Kayu
Pallet kayu telah lama menjadi pilihan tradisional di berbagai sektor industri. Ketersediaannya yang melimpah dan harga awal yang relatif rendah menjadikannya populer untuk penggunaan umum.
Kelebihan Pallet Kayu
- Harga awal lebih murah — cocok untuk penggunaan jangka pendek atau sekali pakai.
- Dapat diperbaiki — bila rusak, bagian tertentu bisa diganti atau diperbaiki tanpa mengganti seluruh unit.
- Mudah didapatkan — tersedia luas di pasar lokal dan cocok untuk industri dengan perputaran tinggi.
Kekurangan Pallet Kayu
- Umur pakai pendek — cepat rusak akibat kelembapan, rayap, atau benturan.
- Risiko higienitas — tidak cocok untuk industri makanan, farmasi, atau ekspor tanpa perlakuan fumigasi.
- Bobot lebih berat — menambah biaya logistik saat pengiriman besar-besaran.
- Tidak ramah lingkungan — perlu penebangan pohon dan sering kali tidak dapat digunakan kembali dalam jangka panjang.
Karakteristik Pallet Plastik
Pallet plastik adalah inovasi modern yang menjawab kebutuhan efisiensi dan keberlanjutan dalam rantai pasok industri.
Kelebihan Pallet Plastik
- Umur pakai lebih lama — bisa mencapai 7–10 tahun tergantung pemakaian.
- Higienis dan mudah dibersihkan — ideal untuk industri makanan, farmasi, dan ekspor.
- Tahan air dan bahan kimia — tidak menyerap cairan dan tidak mudah berjamur.
- Ringan dan efisien — mengurangi beban logistik, terutama pada pengiriman ekspor.
- Dapat didaur ulang — mendukung prinsip ekonomi sirkular dan sustainability.
Kekurangan Pallet Plastik
- Harga awal lebih tinggi dibandingkan pallet kayu.
- Sulit diperbaiki — bila rusak, sering kali harus diganti seluruh unit.
Perbandingan Harga dan Biaya Kepemilikan
| Aspek | Pallet Kayu | Pallet Plastik |
|---|---|---|
| Harga awal (rata-rata) | Rp 150.000 – Rp 250.000 per unit | Rp 400.000 – Rp 900.000 per unit |
| Umur pakai | 1–2 tahun | 7–10 tahun |
| Biaya perawatan | Sedang–Tinggi | Rendah |
| Ketahanan terhadap cuaca | Rendah | Tinggi |
| Higienitas | Rendah | Sangat tinggi |
| Kelayakan ekspor (ISPM 15) | Wajib fumigasi | Tidak perlu fumigasi |
| Ramah lingkungan | Rendah | Tinggi (dapat didaur ulang) |
| Total biaya jangka panjang (5 tahun) | Lebih tinggi karena penggantian rutin | Lebih rendah karena umur panjang |
Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa meskipun pallet plastik memiliki harga awal yang lebih tinggi, biaya total kepemilikan (total cost of ownership) jauh lebih efisien dalam jangka panjang.
Studi Kasus Singkat
Sebuah perusahaan logistik di Bekasi menggunakan 1.000 pallet kayu selama dua tahun, dan harus mengganti 40% setiap tahunnya karena kerusakan. Setelah beralih ke pallet plastik, mereka mencatat:
- Penurunan biaya penggantian hingga 60%,
- Efisiensi ruang gudang meningkat karena ukuran pallet plastik yang seragam,
- Pengurangan waktu perawatan hingga 75%.
Hasilnya, meskipun investasi awal naik 3 kali lipat, efisiensi biaya tercapai dalam 2,5 tahun.
Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memilih
- Jenis industri — bila beroperasi di sektor higienis (farmasi, F&B), pallet plastik adalah keharusan.
- Durasi penggunaan — pallet kayu cocok untuk pengiriman jangka pendek atau sekali pakai.
- Kapasitas logistik — untuk perusahaan dengan rotasi pallet tinggi, investasi di pallet plastik akan lebih hemat jangka panjang.
- Kebijakan keberlanjutan perusahaan — pallet plastik mendukung program CSR dan green supply chain.
Kesimpulan
Jika dibandingkan dari sisi harga awal, pallet kayu memang tampak lebih murah. Namun, bila dihitung dari biaya total kepemilikan, efisiensi, dan umur pakai, pallet plastik jelas lebih hemat dan menguntungkan dalam jangka panjang.

