Dalam dunia logistik dan pergudangan modern, istilah pallet menjadi sangat umum digunakan. Namun, bagi sebagian orang—terutama yang baru terjun ke dunia industri, ekspor, atau distribusi—masih banyak yang belum memahami secara mendalam apa itu pallet, bagaimana fungsinya, serta mengapa benda ini begitu penting dalam rantai pasok barang.
Daftar Isi

Artikel ini akan memberikan penjelasan lengkap mengenai pallet—mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenisnya, hingga manfaat penggunaannya di berbagai sektor industri.
Apa Itu Pallet?
Secara sederhana, pallet adalah alas datar yang digunakan untuk menopang barang agar mudah diangkat, dipindahkan, dan disimpan menggunakan alat seperti forklift atau hand pallet.
Dalam standar industri, pallet berfungsi sebagai media dasar penyimpanan dan transportasi barang agar proses logistik berjalan efisien, aman, dan terorganisir. Pallet biasanya terbuat dari kayu, plastik, logam, atau kertas (karton tebal), tergantung kebutuhan dan lingkungan penggunaannya.
Definisi Teknis Pallet
Menurut standar internasional ISO 445:2013, pallet adalah platform transport yang memungkinkan penanganan barang secara efisien menggunakan alat mekanis tanpa perlu membongkar muatan. Artinya, pallet bukan sekadar alas, melainkan bagian penting dari sistem logistik modern.
Fungsi Utama Pallet dalam Industri
Pallet memiliki peran vital di hampir semua sektor industri, mulai dari manufaktur, pergudangan, hingga ekspor. Berikut beberapa fungsi utama yang membuatnya tak tergantikan:
1. Memudahkan Proses Pemindahan Barang
Dengan menggunakan forklift atau hand pallet, barang dalam jumlah besar dapat diangkat dan dipindahkan hanya dengan satu kali angkat—meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga kerja.
2. Melindungi Barang dari Kerusakan
Pallet menjaga barang agar tidak langsung bersentuhan dengan lantai gudang, sehingga mengurangi risiko lembap, kotor, atau rusak saat proses penyimpanan.
3. Meningkatkan Efisiensi Penyimpanan
Barang yang ditata di atas pallet dapat disusun secara vertikal (racking), sehingga menghemat ruang gudang dan memudahkan sistem inventori.
4. Standarisasi Sistem Logistik
Penggunaan pallet membantu perusahaan menerapkan standar penanganan barang global, terutama dalam kegiatan ekspor-impor.
Jenis-Jenis Pallet Berdasarkan Material
Setiap jenis pallet memiliki karakteristik, keunggulan, dan fungsi tersendiri tergantung kebutuhan industri. Berikut penjelasannya:
1. Pallet Kayu
Jenis paling umum digunakan karena harganya ekonomis dan mudah diperoleh. Namun, pallet kayu memiliki kelemahan seperti mudah menyerap air, berat, dan rentan terhadap serangan rayap atau jamur.
Kelebihan:
- Harga murah
- Mudah diperbaiki
Kekurangan:
- Tidak higienis
- Umur pemakaian relatif pendek
2. Pallet Plastik
Pallet plastik terbuat dari bahan HDPE (High-Density Polyethylene) atau PP (Polypropylene) yang kuat, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Jenis ini populer di industri makanan, farmasi, dan manufaktur modern.
Kelebihan:
- Tahan air, bahan kimia, dan suhu ekstrem
- Ringan dan higienis
- Umur pakai panjang
Kekurangan:
- Harga awal lebih tinggi dibanding kayu
3. Pallet Besi atau Logam
Digunakan untuk beban berat atau lingkungan ekstrem, seperti industri otomotif, baja, atau kimia.
Kelebihan:
- Sangat kuat dan tahan beban tinggi
- Umur pemakaian panjang
Kekurangan:
- Berat dan mahal
- Tidak cocok untuk semua sektor
4. Pallet Kertas (Paper Pallet)
Terbuat dari karton tebal berlapis, cocok untuk ekspor satu kali pakai. Ramah lingkungan dan mudah didaur ulang.
Kelebihan:
- Ringan dan ekonomis
- Ramah lingkungan
Kekurangan:
- Tidak tahan air dan beban berat
Ukuran Standar Pallet di Industri
Ukuran pallet telah distandardisasi secara global agar memudahkan proses distribusi lintas negara. Berikut ukuran yang paling umum digunakan:
| Standar Regional | Ukuran (cm) | Keterangan |
|---|---|---|
| ISO / Internasional | 120 x 100 | Paling umum untuk ekspor |
| Eropa (EUR Pallet) | 120 x 80 | Dikenal juga sebagai Euro Pallet |
| Asia | 110 x 110 | Banyak digunakan di Indonesia dan Jepang |
| Amerika Utara | 121.9 x 101.6 | Standar untuk pasar AS & Kanada |
Pemilihan ukuran pallet harus disesuaikan dengan jenis barang, ukuran rak gudang, dan sistem logistik yang digunakan perusahaan.
Manfaat Penggunaan Pallet dalam Operasional Industri
Menggunakan pallet bukan hanya soal mempermudah pemindahan barang. Bagi perusahaan skala besar, pallet berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya. Berikut manfaat nyatanya:
- Meningkatkan kecepatan operasional logistik
- Menjaga kualitas produk selama penyimpanan
- Mengurangi risiko kecelakaan kerja
- Mendukung sistem otomatisasi gudang (warehouse automation)
- Memperkuat citra profesional perusahaan di mata mitra bisnis
Pallet dan Peranannya dalam Industri Modern
Seiring berkembangnya teknologi logistik, pallet kini menjadi bagian dari smart warehouse system yang terintegrasi dengan sensor RFID, barcode, dan sistem ERP. Dengan inovasi ini, setiap pergerakan barang dapat dilacak secara real time, meningkatkan akurasi manajemen inventori dan mengurangi kesalahan operasional.
Industri besar seperti FMCG, otomotif, kimia, farmasi, dan ekspor kini menjadikan pallet sebagai standar wajib operasional karena efisiensi dan keamanannya terbukti meningkatkan produktivitas.
Kesimpulan
Jadi, apa itu pallet?
Pallet adalah alat bantu logistik yang berfungsi sebagai alas penopang barang agar mudah dipindahkan, disimpan, dan diangkut dengan aman serta efisien. Keberadaannya menjadi fondasi utama dalam sistem penyimpanan dan distribusi modern di berbagai sektor industri.
Dengan memahami fungsi, jenis, dan manfaatnya, perusahaan dapat memilih pallet yang sesuai dengan kebutuhan operasional untuk mencapai efisiensi maksimal dalam rantai pasok barang.